Rumah Kandang Ayam Broiler Terbuka vs Rumah Tertutup, Mana yang Terbaik?

Salah satu badan penelitian yang ada di Jawa barat yaitu institusi penelitian ekonomi Wegeningen mengerjakan studi ekonomi pada peternakan ayam memakai metode rumah ayam broiler rumah tertup dan akhirnya hasil dapat membuahkan keuntungan. Sebelum kami membahas lebih lanjut admin ingin memperkenalkan salah satu agen togel online yang dapat anda gunakan sebagai tempat memasang togel singapore ataupun pasaran lainnya yaitu di Betberry.

Kesudahannya rupanya daya kerja produksi 11% lebih bagus di kandang tertutup ketimbang di metode kandang tradisional. Biaya Tarif produksi per/kg berakhir hidup lebih rendah, yang pada gilirannya membikin jangka waktu pengembalian untuk seluruh investasi kandang tertutup cuma 4,5 tahun!

Kandang tradisional di rumah broiler / broiler terdiri dari bangunan dengan atap tinggi, ventilasi natural, metode air minum manual, dinding sisi terbuka, dan lantai miring. Walaupun rumah tertutup mempunyai dua lantai dengan langit-langit rendah, ventilasi terowongan mekanis, makan otomatis / air, dinding samping tertutup (semi) (dengan tirai plastik) dan lantai serasah.

Data Kerja Produksi pada Rumah kandang Ayam Terbuka Vs Tertutup

Data daya kerja produksi dasar dinilai di dua peternakan ayam broiler di Jawa Barat (Tabel 1). Kedua peternakan ayam pedaging mempunyai kandang tradisional dan kandang tertutup. Kandang tertutup rumah dibangun pada 2016. Data seputar daya kerja produksi rumah terbuka dan rumah tertutup dikumpulkan dan dianalisa oleh Bpk. Van Emous (laporan tahunan DIFS-Live 2016).

Di kedua peternakan, ayam pedaging mempunyai jangka waktu pertumbuhan yang sama di kedua metode. Tapi, dalam metode rumah tertutup di kedua peternakan, muatan hidup akhir lebih tinggi, dan konversi pakan serta kematian lebih rendah. Tn. Van Emous menyimpulkan bahwa hasil produksi berbeda antara metode perumahan untuk pertanian ini.

Data Kinerja Produksi pada Kandang Terbuka Vs Closed House

Tarif Investasi untuk Kandang Ayam Broiler Terbuka vs Rumah Tertutup

Untuk evaluasi ekonomi, perhitungan investasi cuma dijadikan untuk kandang terbuka dan kandang tertutup. Diasumsikan bahwa di kedua peternakan, 40.320 ayam pedaging dibesarkan. Pada peternakan dengan kandang terbuka, ayam pedaging ini disimpan dalam tujuh kandang dengan lebar delapan meter dan panjang 80 meter. Sempurna luas permukaan selungkup terbuka merupakan 4.480 m2. Kepadatan rata-rata merupakan sembilan ekor ayam per m2. Waktu kosong merupakan 28 hari.

Pada peternakan dengan kandang tertutup, ayam pedaging ditempatkan pada 2 tingkat dalam kandang dengan lebar 12 meter dan panjang 105 meter. Sempurna luas permukaan selungkup merupakan 1260 m2. Sempurna permukaan yang tersedia untuk ayam pedaging merupakan 2.520 m2, sebab mereka disimpan dalam 2 tingkat. Kepadatan rata-rata merupakan 16 ayam pedaging per m2. Waktu kosong merupakan 28 hari.

Tarif Investasi untuk Kandang Ayam Broiler Terbuka vs Rumah Tertutup

Tabel 2 menampakkan berapa banyak investasi dalam kandang dan kelengkapan untuk dua metode perumahan. Sempurna investasi di sebuah peternakan kandang tertutup hampir sembilan kali lebih tinggi ketimbang di peternakan kandang terbuka. Dalam metode penutup tertutup, dibutuhkan investasi yang lebih tinggi per m2 untuk instalasi listrik (ventilasi mekanis dan pemberian makan otomatis).

Kecuali itu, investasi dalam kelengkapan per m2 dengan penutup tertutup lebih tinggi sebagai hasil dari kepadatan yang lebih tinggi dan tingkat otomatisasi yang lebih tinggi. Kesudahannya, dengan selungkup tertutup dibutuhkan investasi tambahan dalam generator sebagai cadangan untuk kondisi dengan pemadaman listrik.

Tarif Produksi dan Waktu Payback

Tarif produksi dihitung untuk peternakan ayam broiler terbuka dan tertutup dengan asumsi harga DOC (day old chick) Rp 4.500 dan harga pakan Rp 7.000 per kg. Untuk kandang terbuka, jangka waktu penyusutan merupakan sepuluh tahun untuk kandang dan delapan tahun untuk kelengkapan. Untuk kandang tertutup, jangka waktu penyusutan merupakan 15 tahun untuk kandang dan 8 tahun untuk kelengkapan. Sempurna tarif produksi per kandang broiler hampir sama di kedua metode perumahan (Tabel 3).

Tarif Produksi dan Waktu Payback

Untuk kandang tertutup, tarif variabel untuk pakan dan listrik lebih tinggi dan tarif variabel untuk pemanasan dan kesehatan binatang lebih rendah. Tarif konsisten untuk selungkup dan kelengkapan terang lebih tinggi untuk selungkup tertutup. Ini beberapa dikompensasi oleh tarif energi kerja lebih rendah untuk kandang tertutup.

Sedangkan sempurna tarif produksi dalam kedua metode betul-betul mirip per ekor, tarif produksi per kg daging broiler yang diwujudkan berbeda. Ini sebab data produksi teknis berbeda antara kedua metode. Jumlah daging per ayam pedaging yang ditempatkan dalam metode kandang tertutup lebih tinggi ketimbang dalam metode kandang terbuka, sebab muatan hidup akhir yang lebih tinggi dan kematian yang lebih rendah.

Untuk kandang ayam broiler metode terbuka, sempurna produksi per ayam pedaging yang ditampung merupakan 1,41 kg dan ini menjadikan tarif produksi sebesar Rp17.190 per kg berat hidup akhir. Untuk kandang tertutup, sempurna produksi per ayam pedaging yang ditampung merupakan 1,61 kg dan ini menjadikan tarif produksi sebesar Rp. 15.276 kg berat akhir hidup. Tarif produksi per kg berat hidup akhir sekitar 11% lebih rendah pada pertanian dengan metode kandang tertutup diperbandingkan dengan pertanian dengan metode kandang terbuka.

Waktu pembayaran dihitung dengan sempurna investasi untuk enklosur tertutup dibagi dengan arus kas tahunan. Untuk memperkirakan arus kas tahunan, dipakai harga ayam Rp 16.000 per kg berat hidup. Dengan asumsi-asumsi ini, sangkaan waktu pengembalian modal merupakan 4,5 tahun (Tabel 4).

Payback Period

Sensitivitas

Banyak unsur yang memberi pengaruh jangka waktu pengembalian, yang paling penting merupakan hasil produksi, harga pendapatan, dan tarif pakan dan harga DOC. Tabel 4 juga memberikan ilustrasi biasa seputar pengaruh perubahan unsur-unsur ini.

Saat daya kerja produksi dalam kandang tertutup di atas rata-rata (daya kerja produksi A), jangka waktu pengembalian dikurangi menjadi 3,6 tahun. Pada hasil produksi yang lebih rendah dari rata-rata (daya kerja produksi B), jangka waktu pengembalian lebih lama: 6,1 tahun. Harga pendapatan yang sedikit lebih rendah (dari Rp. 16.000 menjadi Rp. 15.750 per kg berat badan) menjadikan jangka waktu pengembalian yang lebih lama, ialah 6,0 tahun.

Harga pakan yang lebih rendah menjadikan jangka waktu pengembalian yang lebih pendek, sementara harga lebih tinggi ketimbang buah hati ayam usia satu hari dalam jangka waktu pengembalian yang lebih lama. Bisa disimpulkan bahwa hasil produksi yang bagus merupakan situasi penting untuk jangka waktu pengembalian pendek dan jangka waktu pengembalian betul-betul tergantung pada harga input dan output.

Demikian tulisan kandang Ayam Pedaging Terbuka vs. Rumah Tertutup, Mana yang Terbaik. Semoga tulisan ini berkhasiat bagi pembaca. Jangan lupa untuk berbagi dengan sahabat. Terima Kasih